HAJI,UMRAH, IBADAH SOSIAL dan SURGA

Share on :

HAJI,UMRAH, IBADAH SOSIAL dan SURGA.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis sahih, “Ibadah umrah pertama sampai ibadah umrah kedua akan menutupi dosa-dosa kecil antara keduanya, sedangkan haji yang mabrur tidak ada balasan lain kecuali surga.”

Nabi SAW menjelaskan bahwa beliau menjanjikan pahala surga kepada pelaku haji mabrur. Haji mabrur adalah haji yang memenuhi tiga syarat; niat karena Allah, biaya haji dari penghasilan yang halal, dan amal haji nya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Bila terpenuhi, maka mereka akan mendapatkan surga. Namun, tak diketahui surga seperti apa.

Bandingkan dengan ibadah sosial seperti menyantuni anak yatim. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda, “Saya dan penyantun anak yatim seperti dua jari ini di surga.” Rasul SAW menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.

Dalam hadis kedua ini, Rasulullah SAW juga menjanjikan surga kepada penyantun anak yatim dan tinggal bersamanya di dalamnya. Menurut para ulama, maksud seperti dua jari telunjuk dan tengah itu adalah antara Nabi SAW dan penyantun anak yatim berada dalam satu level. Tentu surga yang ditempati Nabi SAW adalah yang paling baik dan bagus.

Seorang Muslim yang memiliki kemampuan untuk berhaji dan dia belum pernah melaksanakannya, maka wajib baginya menjalankannya, tanpa harus balasannya. Sedangkan Muslim yang sudah berhaji dan memiliki dana lebih, sebaiknya memikirkan pahala dan manfaat terbaik baginya, dibandingkan haji berulang yang hukumnya sunah.

Bukan hanya Umrah, Ibadah haji pun memerlukan persiapan fisik dan mental. Dan menyantuni anak yatim adalah ibadah yang sangat mudah dan tidak memerlukan persiapan fisik dan mental, serta syarat lainnya. Walhasil menyantuni anak yatim adalah ibadah yang sungguh sangat ringan untuk dikerjakan. Kendati begitu, balasan yang dijanjikan kepada penyantun anak yatim adalah surga yang sama dengan Rasul SAW.

Ini menunjukkan bahwa ibadah sosial jauh lebih unggul dibandingkan ibadah individual. Dan, Rasul SAW lebih memprioritaskan ibadah sosial daripada ibadah individual. Walaupun beliau mempunyai kesempatan untuk berhaji tiga kali, namun hanya satu yang dilaksanakan. Beliau juga mempunyai ratusan kali berumrah, tapi beliau hanya menjalankan umrah sunah dua kali.

Rasul SAW lebih memprioritaskan untuk berinfak fi sabilillah, menyantuni janda-janda, fakir miskin, anak-anak yatim, dan pelajar-pelajar yang miskin. Karena manfaatnya jauh lebih besar bagi masyarakat luas dibandingkan dengan ibadah individual seperti haji berulang kali.

Membantu orang-orang yang membutuhkan,Merintis sekolah, membangun rumah sakit, lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan ibadah sunah yang tujuannya hanya demi kepentingan pribadi.
darimpenjelasan di atas, dapat ditarik garis merah bahwa  seorang Muslim selayaknya untuk meniru dan menjalankan ibadah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, sang teladan bagi umat manusia. Dan, beruntunglah orang-orang yang mendirikan shalat dan melaksanakan ibadah sosial.
Semoga bermanfaat.

Sourche: Republika.co.id
Konsultan :
ZAENAL ABIDIN
Telp :
# /
Mobile:
0822-1615-2255
E-mail :
zaenal.us@gmail.com

Baca juga Info Haji Plus dan Umrah Lainnya:

Berlangganan Info Haji Umrah
Follow us on:
facebook twitter gplus pinterest rss
.0

0 comments:

Posting Komentar

Untuk Informasi, Konsultasi, Pendaftaran Haji Khusus dan Umrah Reguler Silahkan hubungi kami