Umrah Sandal Jepit

Share on :

uMRAH sANDAL JEPIT
Anda pernah mendengar Istilah "umrah Sandal Jepit"? Istilah Umrah ini bukan berarti jamaah umrah yang menggunakan sandal jepit ketika melaksanakan Umrah, Tapi istilah ini biasa digunakan untuk menyebut jamaah umrah dengan tujuan mencari pekerjaan -- itu muncul sejak tahun 1980an. Akibatnya, pemerintah arab saudi mulai menemukan masalah akibat banyaknya pendatang ilegal dari berbagai negara.

Lebih jelasnya Umrah Sandal jepit yaitu seseorang berangkat dari Indonesia dengan menggunakan visa umroh, kemudian masuk ke Makkah, bermukim di rumah – rumah yang bersedia menampung jamaah umroh Sandal jepit ini (biasanya di bukit / gunung-gunung sekitar makkah) melakukan ibadah umroh, tinggal di Makkah sampai batas masa berlaku visa umrohnya selama satu bulan telah habis dan diteruskan bekerja sampai musim haji tiba.

Ketika tiba musim haji, mereka turun ke Makkah, berbaur dengan para jama’ah haji lainnya untuk menjalankan ritual ibadah haji dan kemudian setelah selesai berhaji, mereka berkumpul di syari’ (jalan) Mansyur di makkah atau berangkat ke Jeddah dan berkumpul di sekitar KJRI jalan Al Mu’alifeen distrik Ar Rehab guna menarik perhatian jawazat (imigrasi setempat) agar ditangkap dan di deportasi ke Indonesia. Jika mereka berhasil selama melaksanakan praktek ini, maka barang – barang hasil jerih payahnya dikirimkan / di-kargo-kan terlebih dahulu ke Indonesia sebelum “menyerahkan diri”.

Sepertinya hal ini mudah untuk dilakukan, para WNI yang melakukan praktek ini mendapatkan 3 keuntungan sekaligus. Mereka bisa berangkat menjalankan ibadah umroh dengan biaya yang relatif sangat murah, bisa bekerja dan mengumpulkan uang selama menunggu tibanya musim haji, dapat berhaji gratis dan bahkan sekaligus dipulangkan dengan gratis melalui Tarhil (karantina imigrasi).

Seringkali mereka dapat kita temukan diantara tenda – tenda para jamaah haji asal indonesia, berjualan mie instan, kopi dan makanan kecil lainnya dengan membawa bekal dan koper seadanya. Sehabis musim haji seperti sekarang ini, kemungkinan besar mereka akan kembali berkumpul di sekitar kantor KJRI Jeddah, menarik perhatian aparat keamanan setempat dan “memaksakan kehendak”-nya untuk pulang ke Indonesia secara gratis dengan cara di deportasi.

Padahal Umrah sandal jepit tidak semudah yang dibayangkan dan bahkan beresiko sangat besar sekali. Taruhannya Nyawa, antara hidup dan mati. Oleh karena itu Biro Penyelenggara Haji dan Umrah sangat berhati-hati sekali dan ketat dalam mengawasi Jamaah Umrahnya di tanah suci. Karena tanggungjawab Jamaah ada di tangan Biro Travel Haji yang memberangkatkan Jamaahnya.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2011/11/17/dilema-umroh-sandal-jepit%E2%80%9D-dan-overstayer-di-arab-saudi-rawan-hidup-rawan-mati/

10 out of 10 based on 99 rating. 1 user reviews.
Konsultan :
ZAENAL ABIDIN
Telp :
# /
Mobile:
0822-1615-2255
E-mail :
zaenal.us@gmail.com

Baca juga Info Haji Plus dan Umrah Lainnya:

Berlangganan Info Haji Umrah
Follow us on:
facebook twitter gplus pinterest rss
.0

0 comments:

Posting Komentar

Untuk Informasi, Konsultasi, Pendaftaran Haji Khusus dan Umrah Reguler Silahkan hubungi kami