Ibadah kok nyogok ?

Share on :

Ibadah kok nyogok ?

ibadah kok nyogok
Ibadah haji, merupakan ibadah yang diwajibkan bagi mereka yang mampu. Mampu biaya, ilmu, dan raga. Ibadah yang bisa dikatakan juga menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, karena selama proses ibadah berlangsung kita berada di rumah Allah, Makkah dan Madinah. Akan tetapi ternyata di Indonesia, ada orang yang bisa berangkat haji dengan memberi pelicin alias nyogok. Dan ternyata acara menyogok ini tidak hanya berlangsung di Indonesia, bahkan di tanah suci pun masih saja tetap main uang.

Banyak  jamaah haji yang mengaku tidak perlu antri untuk pergi haji layaknya jamaah haji lainnya. Memberi Rp. 5 juta perkepala kepada orang yang sanggup menolongnya dan ia beserta pasangan cukup menunggu setahun untuk bisa pergi menunaikan ibadah haji. Berarti ia memberi Rp 10 juta kepada sang penolong.

Ia bercerita, pada awalnya ia ditawari salah satu pejabat Kementian Agama Jawa Barat untuk pergi menunaikan ibadah haji tanpa antri dengan membayar Rp. 30 juta perkepala. namun ia menolaknya. Akhirnya diturunkan menjadi Rp 15 juta, tapi tetap tidak mau. Dan tahun lalu ditawari lagi Rp 5 juta perkepala tapi harus nunggu satu tahun.

Ia menambahkan, temannya di Kawasan Tebet, Jakarta harus membayar Rp 30 juta perkepala untuk bisa pergi haji tahun ini. Entah janji itu terpenuhi atau tidak. Karena hingga Oktober lalu, belum ada kepastian berangkat atau tidak.

Beberapa jamaah haji juga ada yang bisa berangkat tahun ini tanpa antri dengan 'ditolong teman'.

Pemberangkatan haji dengan memberi pelicin atau nyogok dan tanpa pelicin, mengatakan bahwa keberangkatan mereka agak terburu-buru. Dan mereka diminta melunasi pembayaran sesaat setelah pemerintah menetapkan masa pelunasan Haji Khusus ditutup untuk umum. Yaitu setelah berangkatnya kloter pertama jamaah haji Indonesia tahun ini.

Masrifah, jamaah asal Gresik menjelaskan bahwa tetangganya sudah bayar Rp 20 juta perkepala ke orang KBIH yang dia percayai, tapi ternyata dia tidak bisa pergi haji tahun ini. Padahal dia bayar untuk dua kepala yang berarti jadi Rp 40 juta. dan sudah selamatan dengan mengundang banyak orang. Kasihan, dia dibohongi, semoga tidak trauma.

Seorang jamaah haji asal Bekasi mengatakan bahwa ia pernah minta pindah ke Provinsi DKI agar bisa berangkat kakaknya. Saat dia mengurusi kepindahan kakaknya dari Tangerang ke DKI tidak dimintai pelicin, tapi ketika minta pindah dari Bekasi ke DKI petugas Kemenag minta uang pelicin Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Petugas Kemenag kok minta disogok.

Kasih pak Menteri Agama, dia ingin membersihkan lembaganya, ternyata kok pejabat di lingkungan Kementrian Agama masih banyak yang seperti ini. Jelasnya.

Bukan hanya di negeri sendiri, di Masjidil Haram pun orang Indonesia ada yang minta jasa untuk membantu mencium hajar aswad. Banyak yang antre untuk mencium hajar aswad, namun diantara mereka banyak pula yang nyogok agar tak usah antri untuk mencium hajar aswad. Dengan cara satu orang menawari jamaah yang sedang antri dan dua atau tiga orang lain menunggu tepat di depan hajar aswad.

Orang-orang tersebut bekerja sama untuk menggusur orang-orang yang sudah antre mencium Hajar Aswad dengan tertib. Oleh karenanya, tak sedikit yang gagal mencapai sudut Kabah tersebut, bahkan tergeser jauh akibat ulah mereka serta sejumlah jamaah yang juga tak mau antri untuk itu.

Entahlah, apa mungkin budaya menyogok sudah mengakar di diri orang Indonesia. Bahkan mereka melakukan itu sampai ke negeri orang.
Ibadah kok nyogok.

Untuk informasi dan pendaftaran haji dan umroh, jangan segan menghubungi konsultan travel haji dan umroh anda,
Zaenal Abidin,

Telpon :
021-7090-8009 / 021-8334-2656/021-8265-0736
Fax :
021-8265-0736
Mobile:
+62852-8032-8136
Email:
travelprimasaidah@Gmail.com
Konsultan :
ZAENAL ABIDIN
Telp :
# /
Mobile:
0822-1615-2255
E-mail :
zaenal.us@gmail.com

Baca juga Info Haji Plus dan Umrah Lainnya:

Berlangganan Info Haji Umrah
Follow us on:
facebook twitter gplus pinterest rss
.0

0 comments:

Posting Komentar

Untuk Informasi, Konsultasi, Pendaftaran Haji Khusus dan Umrah Reguler Silahkan hubungi kami