Rute Perjalanan Haji jamaah Haji Indonesia

Share on :


Rute Perjalanan Haji Jamaah Haji Indonesia |

Menunaikan ibadah dan perjalanan haji dengan sempurna tentunya memerlukan persiapan yang matang. manasik haji dan pengetahuan tentang perjalanan Haji merupakan salah satu upaya untuk memperdalam pemahaman kita dalam berhaji. Terkadang karena ketidaktahuan kita, maka akan menyulitkan kita dalam mengatur strategi dan menjaga kondisi fisik kita.

Ulasan mengenai Perjalanan Haji dan rute para jamaah haji dari Negara asal ( Indonesia ) hingga ke Tanah suci dan tempat tempat yang harus disinggahi dengan kegiatan yang dilakukan. Dengan sistem paket di Indonesia seperti Haji Reguler, Haji plus, Haji plus arbain akan membedakan jumlah hari untuk melaksanakan ibadah haji. Berikut jumlah hari yang akan dilaksanakan oleh para jamaah haji Indonesia, Haji Reguler untuk menunaikan Ibadah Haji sekitar 40 hari, dengan rincian: di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah dan Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji plus arbain membutuhkan waktu sekitar 26 sampai 30 hari, Haji Plus yang Non Arbain membutuhkan waktu sekitar 19 hari.

Perjalanan dari Indonesia hingga ke Airport King Abdul Aziz, Jeddah memakan waktu kurang lebih 19 jam. Saat Tiba di Airport King Abdul Aziz jamaah haji harus melakukan pemeriksaan barang yang dibawa jamaah dan paspor, pemeriksaan paspor agar dapat stempel dan lembaran copy paspor jamaah. Setelah selesai jamaah haji dikumpulkan dan diperkenalkan dengan maktab lalu menuju ke pemondokan.

Jamaah haji istirahat di madinah almunawarah dan bisa untuk sholat dimasjid Nabawi, Disanapun kita bisa untuk membersihkan diri semisalnya untuk memotong kuku, bersih bersih semisal mandi atau berwudhu dan memakai wewangian, merapikan rambut. Selesai itu para jamaah mengenakan pakaian ihram dan jika telah siap menuju Bir Ali (Dzul Hulaifah) dengan jalan kaki selama 15 menit. Dalam perjalanan jamaah haji masing-masing mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab dengan tulisan berbahasa Arab yang berisi identitas lokasi pemondokan dan kartu tersebut harus dibawa kemanapun jamaah pergi untuk memudahkan pencarian lokasi pemondokan jika tersesat atau minta petunjuk petugas. Ruangan yang ditempati di pemondokan sesuai dengan nomor regu. Kamar antara jamaah laki-laki dan perempuan meskipun suami-istri sekalipun hendaknya disepakati untuk dipisah karena jamaah dalam keadaan berihram. Di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah). Jamaah haji berwudhu', sholat sunnah, niat ber-Umrah, berangkat menuju Mekah dengan bus selama 4-6 jam sambil membaca Talbiyah selama dalam perjalanan.


Jamaah haji bisa beristirahat di pondokan dan melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram melalui pintu Babus Salam. Dan melaksanakan Thawaf Qudum atau Tawaf Dukhul, yaitu thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jamaah baru tiba di Mekah. Selain itu juga berdoa di Multazam, sholat sunnah di Maqom Ibrahim, sholat sunnah di Hijir ismail, sa’i atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah 7 kali yang diadaptasi dari peristiwa berlari-larinya Siti Hajar saat mencari air bagi putranya Nabi Ismail yang kehausan, melaksanakan Tahallul dan tanggal 8 Dzulhijjah ber-Ihram dengan niat Haji. Selanjutnya berangkat ke padang Arafah dengan bus atau jalan kaki karena menghindari kemacetan. Jarak Mekah ke Arafah sekitar 22,4 kilometer. Pada kesempatan sebelum wukuf, beberapa calon jamaah haji biasanya mengunjungi beberapa tempat penting, Bukit Tsur, Gua Hira, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Lokasi wukuf, Lokasi Mabit dan Jamarot dalam satu hari rangkaian perjalanan.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah jamaah haji menginap di Arafah untuk wukuf, berdiam diri sambil berdoa seharian sampai dengan Fajar Siddiq. Sesudah Maghrib atau Isya, jamaah haji berangkat menuju Muzdalifah yang berjarak 9 kilometer dari Arafah. Mabit Di Muzdalifah atau bermalam sampai lewat tengah malam. Jamaah haji harus mengumpulkan kerikil 49 atau 70 butir sebesar buku jari dan dimasukkan dalam kantong yang telah disiapkan. Dan pada tengah malamnya jamaah berangkat menuju mina sekitar 2 Km dari penginapan.

Pada Tanggal 10 Dzulhijjah tepatnya di Mina jamaah haji diseluruh dunia berkumpul dalam 1 tempat untuk melontar Jumrah Aqabah yang disebut Tahlul Awal. Bila memungkinkan jamaah pergi ke Makkah untuk Thawaf Ifadloh lalu kembali ke Mina sebelum terbenam matahari. Selanjutnya jamaah menginap di Mina. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah jamaah haji melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, lalu meninggalkan Mina. Ini disebut Nafar Awwal. tanggal 13 Dzulhijjah kembali melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah dan selanjutnya meninggalkan Mina menuju Makkah yang disebut Nafar Tsani. Usai melempar jumrah kembali ke Makkah. Jarak yang harus ditempuh 8 kilometer dengan bus. Di Makkah. Melaksanakan Thawaf Ifadlah, Umrah Sunnah, Miqat dari Masjid Jiranah, Tana’im I’tiqaf, Thawaf Sunnah, ziarah ke tempat bersejarah, dan melaksanakan Thawaf Wada. Menuju Jeddah dengan bus selama 2 jam.

Di Madinatul Hujaj, Jeddah Di sana barang bawaan jamaah haji diperiksa dan ditimbang. Selain itu juga mengurus PPH. Di Bandara King Abdul Aziz. Barang bawaan jamaah haji akan diperiksa, PPH juga diperiksa, dan setelah selesai bisa naik kedalam pesawat untuk menempuh perjalanan kembali menuju Tanah Air. Demikian urutan Rute jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji. ( fwk/2012 )
Konsultan :
ZAENAL ABIDIN
Telp :
# /
Mobile:
0822-1615-2255
E-mail :
zaenal.us@gmail.com

Baca juga Info Haji Plus dan Umrah Lainnya:

Berlangganan Info Haji Umrah
Follow us on:
facebook twitter gplus pinterest rss
.0

0 comments:

Posting Komentar

Untuk Informasi, Konsultasi, Pendaftaran Haji Khusus dan Umrah Reguler Silahkan hubungi kami