Tampilkan postingan dengan label persiapan haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persiapan haji. Tampilkan semua postingan
Masjid Al-Aqsho yang merupakan Kiblat pertama umat muslim sebelum Ka'bah yang terletak di YERUSSALEM

Umroh Plus Turki-Yordania-Yerussalem | Umrah Plus15 hari | Perjalanan Wisata Umrah Plus bersama Trans TV |


PERJALANAN UMROH MELALUI YERUSSALEM- Yerusalem merupakan tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Ketika Islam menguasai kota ini banyak pedagang-pedagang Arab yang membuka rute perdagangan di sini, termasuk para pedagang dari Makkah dan Madinah. Kota ini juga adalah kiblat pertama umat Islam dalam menyembah Tuhan mereka sebelum akhirnya dialihkan ke ke Bait Allah di Mekkah.

Tercatat setelah Salahuddin Al-Ayyubi menguasai kota ini kembali dari tangan Guy dari Lusignan pada masa perang salib ke-3, orang Islam, Kristen, dan Yahudi dapat beribadat tanpa ada gangguan, setelah sebelumnya akses ke tempat suci dimonopoli oleh tentara salib.

Setelah puluhan tahun menghindari rute haji kuno, kini Muslim yang beribadah haji dapat mengunjungi Yerusalem. Mereka berdoa dan beribadah di tempat suci Masjid Al Aqsha.

Sebenarnya, rute haji kuno tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan Muslim sendiri. Beberapa ulama menentang hal tersebut.

Namun, sejumlah pemimpin Palestina justru mendukung. Menurut mereka melakukan ibadah haji dengan melalui rute tersebut merupakan bukti bahwa Yerusalem adalah tempat suci umat Islam.

Warga Palestina mengatakan pengunjung yang diizinkan berasal dari negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel. Kunjungan oleh seorang ulama besar Mesir dan pangeran Yordania baru-baru ini memicu kemarahan di negara asal mereka.

Mayoritas mereka yang mengunjungi Yerusalem saat berhaji berasal dari negara Afrika Selatan, Malaysia dan India. Di negara-negara tersebut hujatan mengunjungi wilayah yang dikuasai Israel tidak begitu kuat.

"Yerusalem adalah tempat yang indah," ujar seorang Muslim Syiah Ali Akbar (51 tahun), Sabtu (28/4).

Akbar mendatangi Yerusalem bersama 40 anggota rombongan haji. Mereka berasal dari Mumbai, India. Ia mengatakan seluruh Muslim harus mengunjungi Yerusalem untuk berdoa dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Peziarah Muslim mulai marak mengunjungi Yerusalem sejak 2008 ketika kekerasan mulai berangsur-angsur berkurang. Bersamaan dengan hal itu, jumlah pemandu wisata, hotel dan kantor agama bertambah. Faktor meningkatnya Muslim kelas menengah di Asia dan negara Barat juga berpengaruh sebab mereka mampu melakukan perjalanan ke kota suci tersebut.

Bagi anda yang penasaran dengan Kiblat pertama Islam serta ingin mengunjungi Yerussalem, sambil melakukan Ibadah Umrah, kami menyediakan Paket UMROH PLUS TURKI-YORDANIA-YERUSSALEM selama 15 hari yang dijadwalkan pada bulan juni dan diliput oleh salah satu media televisi Indonesia (TRANS TV).

Booking dari sekarang dan hubungi Divisi marketing kami!
Kantor : Gedung Twink Jl Kap Tendean 82 Jakarta Selatan
Telpon :
021-8334-2656/021-8265-0736
Fax :
021-8265-0736
Mobile:
+62852-8032-8136
Email:
travelprimasaidah@Gmail.com

Perjalanan Umroh Melalui Yerussalem

Masjid Al-Aqsho yang merupakan Kiblat pertama umat muslim sebelum Ka'bah yang terletak di YERUSSALEM

Umroh Plus Turki-Yordania-Yerussalem | Umrah Plus15 hari | Perjalanan Wisata Umrah Plus bersama Trans TV |


PERJALANAN UMROH MELALUI YERUSSALEM- Yerusalem merupakan tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Ketika Islam menguasai kota ini banyak pedagang-pedagang Arab yang membuka rute perdagangan di sini, termasuk para pedagang dari Makkah dan Madinah. Kota ini juga adalah kiblat pertama umat Islam dalam menyembah Tuhan mereka sebelum akhirnya dialihkan ke ke Bait Allah di Mekkah.

Tercatat setelah Salahuddin Al-Ayyubi menguasai kota ini kembali dari tangan Guy dari Lusignan pada masa perang salib ke-3, orang Islam, Kristen, dan Yahudi dapat beribadat tanpa ada gangguan, setelah sebelumnya akses ke tempat suci dimonopoli oleh tentara salib.

Setelah puluhan tahun menghindari rute haji kuno, kini Muslim yang beribadah haji dapat mengunjungi Yerusalem. Mereka berdoa dan beribadah di tempat suci Masjid Al Aqsha.

Sebenarnya, rute haji kuno tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan Muslim sendiri. Beberapa ulama menentang hal tersebut.

Namun, sejumlah pemimpin Palestina justru mendukung. Menurut mereka melakukan ibadah haji dengan melalui rute tersebut merupakan bukti bahwa Yerusalem adalah tempat suci umat Islam.

Warga Palestina mengatakan pengunjung yang diizinkan berasal dari negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel. Kunjungan oleh seorang ulama besar Mesir dan pangeran Yordania baru-baru ini memicu kemarahan di negara asal mereka.

Mayoritas mereka yang mengunjungi Yerusalem saat berhaji berasal dari negara Afrika Selatan, Malaysia dan India. Di negara-negara tersebut hujatan mengunjungi wilayah yang dikuasai Israel tidak begitu kuat.

"Yerusalem adalah tempat yang indah," ujar seorang Muslim Syiah Ali Akbar (51 tahun), Sabtu (28/4).

Akbar mendatangi Yerusalem bersama 40 anggota rombongan haji. Mereka berasal dari Mumbai, India. Ia mengatakan seluruh Muslim harus mengunjungi Yerusalem untuk berdoa dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Peziarah Muslim mulai marak mengunjungi Yerusalem sejak 2008 ketika kekerasan mulai berangsur-angsur berkurang. Bersamaan dengan hal itu, jumlah pemandu wisata, hotel dan kantor agama bertambah. Faktor meningkatnya Muslim kelas menengah di Asia dan negara Barat juga berpengaruh sebab mereka mampu melakukan perjalanan ke kota suci tersebut.

Bagi anda yang penasaran dengan Kiblat pertama Islam serta ingin mengunjungi Yerussalem, sambil melakukan Ibadah Umrah, kami menyediakan Paket UMROH PLUS TURKI-YORDANIA-YERUSSALEM selama 15 hari yang dijadwalkan pada bulan juni dan diliput oleh salah satu media televisi Indonesia (TRANS TV).

Booking dari sekarang dan hubungi Divisi marketing kami!
Kantor : Gedung Twink Jl Kap Tendean 82 Jakarta Selatan
Telpon :
021-8334-2656/021-8265-0736
Fax :
021-8265-0736
Mobile:
+62852-8032-8136
Email:
travelprimasaidah@Gmail.com

Rute Perjalanan Haji Jamaah Haji Indonesia |

Menunaikan ibadah dan perjalanan haji dengan sempurna tentunya memerlukan persiapan yang matang. manasik haji dan pengetahuan tentang perjalanan Haji merupakan salah satu upaya untuk memperdalam pemahaman kita dalam berhaji. Terkadang karena ketidaktahuan kita, maka akan menyulitkan kita dalam mengatur strategi dan menjaga kondisi fisik kita.

Ulasan mengenai Perjalanan Haji dan rute para jamaah haji dari Negara asal ( Indonesia ) hingga ke Tanah suci dan tempat tempat yang harus disinggahi dengan kegiatan yang dilakukan. Dengan sistem paket di Indonesia seperti Haji Reguler, Haji plus, Haji plus arbain akan membedakan jumlah hari untuk melaksanakan ibadah haji. Berikut jumlah hari yang akan dilaksanakan oleh para jamaah haji Indonesia, Haji Reguler untuk menunaikan Ibadah Haji sekitar 40 hari, dengan rincian: di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah dan Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji plus arbain membutuhkan waktu sekitar 26 sampai 30 hari, Haji Plus yang Non Arbain membutuhkan waktu sekitar 19 hari.

Perjalanan dari Indonesia hingga ke Airport King Abdul Aziz, Jeddah memakan waktu kurang lebih 19 jam. Saat Tiba di Airport King Abdul Aziz jamaah haji harus melakukan pemeriksaan barang yang dibawa jamaah dan paspor, pemeriksaan paspor agar dapat stempel dan lembaran copy paspor jamaah. Setelah selesai jamaah haji dikumpulkan dan diperkenalkan dengan maktab lalu menuju ke pemondokan.

Jamaah haji istirahat di madinah almunawarah dan bisa untuk sholat dimasjid Nabawi, Disanapun kita bisa untuk membersihkan diri semisalnya untuk memotong kuku, bersih bersih semisal mandi atau berwudhu dan memakai wewangian, merapikan rambut. Selesai itu para jamaah mengenakan pakaian ihram dan jika telah siap menuju Bir Ali (Dzul Hulaifah) dengan jalan kaki selama 15 menit. Dalam perjalanan jamaah haji masing-masing mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab dengan tulisan berbahasa Arab yang berisi identitas lokasi pemondokan dan kartu tersebut harus dibawa kemanapun jamaah pergi untuk memudahkan pencarian lokasi pemondokan jika tersesat atau minta petunjuk petugas. Ruangan yang ditempati di pemondokan sesuai dengan nomor regu. Kamar antara jamaah laki-laki dan perempuan meskipun suami-istri sekalipun hendaknya disepakati untuk dipisah karena jamaah dalam keadaan berihram. Di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah). Jamaah haji berwudhu', sholat sunnah, niat ber-Umrah, berangkat menuju Mekah dengan bus selama 4-6 jam sambil membaca Talbiyah selama dalam perjalanan.


Jamaah haji bisa beristirahat di pondokan dan melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram melalui pintu Babus Salam. Dan melaksanakan Thawaf Qudum atau Tawaf Dukhul, yaitu thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jamaah baru tiba di Mekah. Selain itu juga berdoa di Multazam, sholat sunnah di Maqom Ibrahim, sholat sunnah di Hijir ismail, sa’i atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah 7 kali yang diadaptasi dari peristiwa berlari-larinya Siti Hajar saat mencari air bagi putranya Nabi Ismail yang kehausan, melaksanakan Tahallul dan tanggal 8 Dzulhijjah ber-Ihram dengan niat Haji. Selanjutnya berangkat ke padang Arafah dengan bus atau jalan kaki karena menghindari kemacetan. Jarak Mekah ke Arafah sekitar 22,4 kilometer. Pada kesempatan sebelum wukuf, beberapa calon jamaah haji biasanya mengunjungi beberapa tempat penting, Bukit Tsur, Gua Hira, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Lokasi wukuf, Lokasi Mabit dan Jamarot dalam satu hari rangkaian perjalanan.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah jamaah haji menginap di Arafah untuk wukuf, berdiam diri sambil berdoa seharian sampai dengan Fajar Siddiq. Sesudah Maghrib atau Isya, jamaah haji berangkat menuju Muzdalifah yang berjarak 9 kilometer dari Arafah. Mabit Di Muzdalifah atau bermalam sampai lewat tengah malam. Jamaah haji harus mengumpulkan kerikil 49 atau 70 butir sebesar buku jari dan dimasukkan dalam kantong yang telah disiapkan. Dan pada tengah malamnya jamaah berangkat menuju mina sekitar 2 Km dari penginapan.

Pada Tanggal 10 Dzulhijjah tepatnya di Mina jamaah haji diseluruh dunia berkumpul dalam 1 tempat untuk melontar Jumrah Aqabah yang disebut Tahlul Awal. Bila memungkinkan jamaah pergi ke Makkah untuk Thawaf Ifadloh lalu kembali ke Mina sebelum terbenam matahari. Selanjutnya jamaah menginap di Mina. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah jamaah haji melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, lalu meninggalkan Mina. Ini disebut Nafar Awwal. tanggal 13 Dzulhijjah kembali melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah dan selanjutnya meninggalkan Mina menuju Makkah yang disebut Nafar Tsani. Usai melempar jumrah kembali ke Makkah. Jarak yang harus ditempuh 8 kilometer dengan bus. Di Makkah. Melaksanakan Thawaf Ifadlah, Umrah Sunnah, Miqat dari Masjid Jiranah, Tana’im I’tiqaf, Thawaf Sunnah, ziarah ke tempat bersejarah, dan melaksanakan Thawaf Wada. Menuju Jeddah dengan bus selama 2 jam.

Di Madinatul Hujaj, Jeddah Di sana barang bawaan jamaah haji diperiksa dan ditimbang. Selain itu juga mengurus PPH. Di Bandara King Abdul Aziz. Barang bawaan jamaah haji akan diperiksa, PPH juga diperiksa, dan setelah selesai bisa naik kedalam pesawat untuk menempuh perjalanan kembali menuju Tanah Air. Demikian urutan Rute jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji. ( fwk/2012 )

Rute Perjalanan Haji jamaah Haji Indonesia


Rute Perjalanan Haji Jamaah Haji Indonesia |

Menunaikan ibadah dan perjalanan haji dengan sempurna tentunya memerlukan persiapan yang matang. manasik haji dan pengetahuan tentang perjalanan Haji merupakan salah satu upaya untuk memperdalam pemahaman kita dalam berhaji. Terkadang karena ketidaktahuan kita, maka akan menyulitkan kita dalam mengatur strategi dan menjaga kondisi fisik kita.

Ulasan mengenai Perjalanan Haji dan rute para jamaah haji dari Negara asal ( Indonesia ) hingga ke Tanah suci dan tempat tempat yang harus disinggahi dengan kegiatan yang dilakukan. Dengan sistem paket di Indonesia seperti Haji Reguler, Haji plus, Haji plus arbain akan membedakan jumlah hari untuk melaksanakan ibadah haji. Berikut jumlah hari yang akan dilaksanakan oleh para jamaah haji Indonesia, Haji Reguler untuk menunaikan Ibadah Haji sekitar 40 hari, dengan rincian: di Mekkah sekitar 20 hari, di Arafah dan Mina 4 hari dan di Madinah sekitar 6 hari. Haji plus arbain membutuhkan waktu sekitar 26 sampai 30 hari, Haji Plus yang Non Arbain membutuhkan waktu sekitar 19 hari.

Perjalanan dari Indonesia hingga ke Airport King Abdul Aziz, Jeddah memakan waktu kurang lebih 19 jam. Saat Tiba di Airport King Abdul Aziz jamaah haji harus melakukan pemeriksaan barang yang dibawa jamaah dan paspor, pemeriksaan paspor agar dapat stempel dan lembaran copy paspor jamaah. Setelah selesai jamaah haji dikumpulkan dan diperkenalkan dengan maktab lalu menuju ke pemondokan.

Jamaah haji istirahat di madinah almunawarah dan bisa untuk sholat dimasjid Nabawi, Disanapun kita bisa untuk membersihkan diri semisalnya untuk memotong kuku, bersih bersih semisal mandi atau berwudhu dan memakai wewangian, merapikan rambut. Selesai itu para jamaah mengenakan pakaian ihram dan jika telah siap menuju Bir Ali (Dzul Hulaifah) dengan jalan kaki selama 15 menit. Dalam perjalanan jamaah haji masing-masing mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab dengan tulisan berbahasa Arab yang berisi identitas lokasi pemondokan dan kartu tersebut harus dibawa kemanapun jamaah pergi untuk memudahkan pencarian lokasi pemondokan jika tersesat atau minta petunjuk petugas. Ruangan yang ditempati di pemondokan sesuai dengan nomor regu. Kamar antara jamaah laki-laki dan perempuan meskipun suami-istri sekalipun hendaknya disepakati untuk dipisah karena jamaah dalam keadaan berihram. Di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah). Jamaah haji berwudhu', sholat sunnah, niat ber-Umrah, berangkat menuju Mekah dengan bus selama 4-6 jam sambil membaca Talbiyah selama dalam perjalanan.


Jamaah haji bisa beristirahat di pondokan dan melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram melalui pintu Babus Salam. Dan melaksanakan Thawaf Qudum atau Tawaf Dukhul, yaitu thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jamaah baru tiba di Mekah. Selain itu juga berdoa di Multazam, sholat sunnah di Maqom Ibrahim, sholat sunnah di Hijir ismail, sa’i atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah 7 kali yang diadaptasi dari peristiwa berlari-larinya Siti Hajar saat mencari air bagi putranya Nabi Ismail yang kehausan, melaksanakan Tahallul dan tanggal 8 Dzulhijjah ber-Ihram dengan niat Haji. Selanjutnya berangkat ke padang Arafah dengan bus atau jalan kaki karena menghindari kemacetan. Jarak Mekah ke Arafah sekitar 22,4 kilometer. Pada kesempatan sebelum wukuf, beberapa calon jamaah haji biasanya mengunjungi beberapa tempat penting, Bukit Tsur, Gua Hira, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Lokasi wukuf, Lokasi Mabit dan Jamarot dalam satu hari rangkaian perjalanan.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah jamaah haji menginap di Arafah untuk wukuf, berdiam diri sambil berdoa seharian sampai dengan Fajar Siddiq. Sesudah Maghrib atau Isya, jamaah haji berangkat menuju Muzdalifah yang berjarak 9 kilometer dari Arafah. Mabit Di Muzdalifah atau bermalam sampai lewat tengah malam. Jamaah haji harus mengumpulkan kerikil 49 atau 70 butir sebesar buku jari dan dimasukkan dalam kantong yang telah disiapkan. Dan pada tengah malamnya jamaah berangkat menuju mina sekitar 2 Km dari penginapan.

Pada Tanggal 10 Dzulhijjah tepatnya di Mina jamaah haji diseluruh dunia berkumpul dalam 1 tempat untuk melontar Jumrah Aqabah yang disebut Tahlul Awal. Bila memungkinkan jamaah pergi ke Makkah untuk Thawaf Ifadloh lalu kembali ke Mina sebelum terbenam matahari. Selanjutnya jamaah menginap di Mina. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah jamaah haji melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, lalu meninggalkan Mina. Ini disebut Nafar Awwal. tanggal 13 Dzulhijjah kembali melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah dan selanjutnya meninggalkan Mina menuju Makkah yang disebut Nafar Tsani. Usai melempar jumrah kembali ke Makkah. Jarak yang harus ditempuh 8 kilometer dengan bus. Di Makkah. Melaksanakan Thawaf Ifadlah, Umrah Sunnah, Miqat dari Masjid Jiranah, Tana’im I’tiqaf, Thawaf Sunnah, ziarah ke tempat bersejarah, dan melaksanakan Thawaf Wada. Menuju Jeddah dengan bus selama 2 jam.

Di Madinatul Hujaj, Jeddah Di sana barang bawaan jamaah haji diperiksa dan ditimbang. Selain itu juga mengurus PPH. Di Bandara King Abdul Aziz. Barang bawaan jamaah haji akan diperiksa, PPH juga diperiksa, dan setelah selesai bisa naik kedalam pesawat untuk menempuh perjalanan kembali menuju Tanah Air. Demikian urutan Rute jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji. ( fwk/2012 )
Persiapan Ibadah Haji sangat penting untuk diketahui bagi setiap Calon jama'ah yang ingin berangkat melaksanakan Ibadah Haji. karena Ibadah haji bukan waktu yang sebentar dan perjalanannya pun bukan jarak yang dekat, sehingga setiap Calon Jama'ah Haji harus memiliki persiapan yang sempurna dan lengkap sebelum melaksanakan Ibadah Haji.

Biasanya Biro Penyelenggara Haji dan Umroh Plus memberikan himbauan dan saran agar setiap calon jama'ah memiliki persiapan baik lahir maupun batin, fisik maupun mental dan lain sebagainya.

Berikut ini Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji
1.    Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
2.    Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
3.    Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
4.    Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
5.    Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
6.    Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
7.    Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
8.    Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
9.    Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:
Perlengkapan Pria
1.    Kain Ihram dua stel
2.    Baju sehari-hari secukupnya
3.    Ikat pinggang
4.    Keperluan mandi
Perlengkapan Wanita
1.    Mukena minimal 2 buah
2.    Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
3.    Pakaian sehari-hari secukupnya
4.    Kaos kaki secukupnya
Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
1.    Pakaian penghangat
2.    Selimut
3.    Sandal jepit
4.    Sepatu sandal atau sendal gunung
5.    Obat-obatan pribadi
6.    Gunting kecil utk Tahallul
7.    Payung
8.    Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
9.    Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
10.    Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
11.    Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
12.    Biaya untuk dam, kurban dsb.

Persiapan Ibadah Haji

Persiapan Ibadah Haji sangat penting untuk diketahui bagi setiap Calon jama'ah yang ingin berangkat melaksanakan Ibadah Haji. karena Ibadah haji bukan waktu yang sebentar dan perjalanannya pun bukan jarak yang dekat, sehingga setiap Calon Jama'ah Haji harus memiliki persiapan yang sempurna dan lengkap sebelum melaksanakan Ibadah Haji.

Biasanya Biro Penyelenggara Haji dan Umroh Plus memberikan himbauan dan saran agar setiap calon jama'ah memiliki persiapan baik lahir maupun batin, fisik maupun mental dan lain sebagainya.

Berikut ini Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji
1.    Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
2.    Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
3.    Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
4.    Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
5.    Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
6.    Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
7.    Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
8.    Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
9.    Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:
Perlengkapan Pria
1.    Kain Ihram dua stel
2.    Baju sehari-hari secukupnya
3.    Ikat pinggang
4.    Keperluan mandi
Perlengkapan Wanita
1.    Mukena minimal 2 buah
2.    Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
3.    Pakaian sehari-hari secukupnya
4.    Kaos kaki secukupnya
Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
1.    Pakaian penghangat
2.    Selimut
3.    Sandal jepit
4.    Sepatu sandal atau sendal gunung
5.    Obat-obatan pribadi
6.    Gunting kecil utk Tahallul
7.    Payung
8.    Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
9.    Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
10.    Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
11.    Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
12.    Biaya untuk dam, kurban dsb.